Kilas Balik 20 tahun lalu di Sungai Raya

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, beserta Shalawat dan salam marilah kita panjatkan kepada nabi besar kita muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya.

Pada kesempatan ini saya sekedar bercerita kilas balik 20 tahun lalu di Sungai Raya kecamatan Rantau Selamat bayeun sekarang telah menjadi Kecamatan Sungai Raya Aceh Timur. Ketika itu saya ber usia 13 tahun, tapi insyaAllah saya masih bisa mengingat sedikit keadaan pada waktu itu dan juga informasi ini saya dapatkan dari orang tua dulu, diantara lain keadaan lingkungan pendidikan agama, ekonomi, politik dan Olah Raga.

  1. Lingkungan Pendidikan Agama

Pendidikan Agama di Sungai Raya dari dulu belum masuk PLN/ listrik sudah ada balai-balai pengajian salah satuhnya TGK. Asbuh yang jumlah muridnya lumayan banyak termasuk abang saya  belajar disana sekita tahun 80 an sedangkan jaman saya masih belajar dibalai Samping Mesjid Babut Taqwa yang mengajar Tgk Mak Nasir (Tgk Inong) dan Pengajian Almarhum Tgk Usman semoga Allah membalas kebaikan ilmu yang beliau berikan kepada saya ketika sekitar tahun 90-an dan baru bisa dilanjutkan atau pindah di Daya darul Ulum, dulu seperti itu proses Belajar di Dayah harus ada dasar dulu.

Perkembangan belajar Agama dulu menurut saya lebih baik, semangat dan jumlah muridnya lebih banyak dari sekarang. jarang kita lihat ada anak-anak  pemuda berkeliaran pada waktu malam kecuali pulang ngaji sekitar jam 10 malam, ya begitulah orang tua dulu yang sangat peduli kepada pemahaman Agama untuk anak-anak mereka.

  1. Keadaan Ekonomi

Menurut saya ekonomi masyarakat Sungai Raya dulu lebih baik dan merata dari pada sekarang, kenapa

a. Sektor Perikanan

Tahun 80-an kelestarian laut Kuala Parek atau sekitar perairan Sungai Raya hasil perikanan sangat baik bahkan dulu orang cari kepiting tidak jauh dari pemukiman seperti contoh di sungai rel kereta api sangat mudah untuk mendapatkannya, dan hasil laut lainnya yang sangat berlimpah sampai pada tahun 90-an perkembangan untuk mendapatkan ikan mulai berubah, kalau dulu orang masih menggunakan penangkapan tradisional yaitu dengan jaring sederhana atau dengan boat jaring kecil. Tapi karena perkembangan banyak toke-toke besar menggunakan pukat harimau dan tambak (kolam) yang didalamnya berisikan pupuk-pupuk kimia, menurut saya itulah penyebab salah satu rusaknya kelestarian laut dan perairan sekitarnya, kenapa demikian??

  • Pukat Harimau adalah lubang bukaan jaring yang memiliki bobot beberapa ton dan membuat lubang galian yang diseret sepanjang bagian bawah dasar laut hingga menyebabkan batu besar atau batu karang akan terseret secara bersamaan sehingga mengganggu atau bahkan merusak area dasar laut, dan jelas ini berdampak pada penurunan keanekaragaman spesies dan perubahan ekologi organisme lautan.
  • Tambak berpotensi merusak lingkungan jika menggunakan pupuk buatan karena akan mengakibatkan perubahan pada jenis air, tanah dan ekosistem sekitarnya akan rusak.

Kesimpulan diatas menurut saya kenapa mereka menggunakan pukat harimau atau tambak yang merusak, salah satunya mereka serakah ingin cepat kaya dengan mendapatkan hasil laut yang banyak dan mengirimnya keluar negeri  tapi tidak memikirkan generasi berikutnya, kenapa demikian karena yang punya kapal pukat dan tambak itu kebanyakan orang kaya atau toke-toke besar. Seandainya tidak ada pukat harimau dan tambak-tambak yang merusak ekosistem InsyaAllah nelayan yang  menggunakan penangkapan ikan tradisional kita tidak akan susah seperti sekarang untuk mendapatkan ikan. ini disebabkan oleh rusaknya lingkungan dan hancurnya ekosistem alam,  karena kerakusan manusia, eksploitasi liar terhadap alam adalah bukti kngkrit pada saat ini.

Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya, rahmat Allah sungguh dekat dengan orang-orang yang berbuat baik..
(QS. al-A’raf/7: 56)

InsyaAllah kedepan  saya akan coba  melanjutkan ke ke sector Pertanian menurut pemahaman saya karena memang saya bukan ahli di bidang ekonomi, dan pertanian tapi  hanya analisa saya dari sudut Islam..

Wassalamuailaikum wr.wb

Kategori:Berita

Ramadhan 1436 H, di Sungai Raya

mesjidSuasana Keude Sungai Raya, ketika bulan ramadhan selalu membuat kita rindu ingin pulang dan berkumpul dengan keluarga. jameun manteung rame ngoen atau abang2 di gampong sering bersua di mesjid dan di meunasah tp jinoe rame yg ka meuranto, tp kita masih bisa berkomunikasi lewat media sosial dan semoga geutanyo INSYA ALLAH mandum jeut ta puasa peunoh lam buleun ramadhan nyoe. saya dan keluarga mohon maaf jika ada salah dan selamat menunaikan ibadah puasa 1436 H.

Kategori:Berita

GambarBismillah.

Gambar  ini adalah lapangan bola yang terletak di Sunge Radja (sekarang Sungai Raya).  posisi jl Medan – B. Aceh menjadikan lapangan ini sangat strategis dan mudah dilalalui walaupun ukuran lapangan ini tidak memenuhi standart,  banyak pemain-pemain berbakat lahir di sini.  Menurut sumber dari orang tua yang masih dekat dengan ahli waris,  kata beliau sebenarnya tanah ini adalah tanah yang sudah di hibahkan oleh Teuku Sayed Djafar (alm)  untuk warga Sunge Radja. namun dari tahun ketahun  banyak oknum-oknum ingin memanfaatkan lapangan ini menjadikan lahan bisnis dengan alasan tukar guling dengan dalih untuk kebaikan semua.  Wallahu A’lam.

Kategori:Berita

 

Gambar

 
Kategori:Berita

PS POSRA Sungai Raya-Aceh Timur

PS POSRA Sungai Raya-Aceh Timur

PS POSRA Sungai Raya-Aceh Timur

Tim PS Posra Sungai Raya, Aceh Timur, mencatatkan sejarah  keluar sebagai juara turnamen sepakbola Raja Taloe Cup 2013. ini adalah juara pertama di daerah Bireun melawan tim-tim tangguh wilayah barat. Dalam pertandingan final di lapangan Raja Taloe Kutablang, Bireuen, petang kemarin, sukses membenamkan PSLS Lancok-Lancok Kuala, Bireuendengan score  2-0.

Dalam pertandingan antara Posra dan PSLS yang dipimpin wasit Safrizal, sejak kick-off kedua kesebelasan sama-sama menerapkan permainan menyerang. Anak-anak Bireuen maupun punggawa dari Aceh Timur sangat berambisi untuk menjadi sang juara. Sehingga laga yang disaksikan ratusan pasang mata berlangsung alot. Namun hingga turun minum belum ada gol yang tercipta.

Memasuki babak kedua, anak-anak Posra yang diperkuat pemain muda berbakat  maupun PSLS yang menurunkan pemain terbaiknya, kembali mengedor pertahanan lawan. Hanya saja nasib baik memihak Posra. Pada laga paruh kedua tersebut, tim dari Sungai Raya berhasil menjaringkan dua gol ke gawang PSLS yang dikawal Juhardi melalui kaki Mukhlas Rumba menit 62, dan Saleh Pandapa menit 72. sumber dari Serambi Indonesia 

Senin, 25 Maret 2013 08:34 WIB
Kategori:Berita

Kegiatan Positif Aneuk SMA Sungai Raya

30 Juli 2011 1 komentar

Dalam Menyabut bulan suci Ramadhan 1432 H, SMA Negeri 1 Sungai Raya beserta komite sekolah bekerja sama dengan panitia mesjid membuat kegiatan membersihkan perkarangan mesjid Babut Taqwa.

Kategori:Berita

Generasi POSRA Sungai Raya

Posra Sungai Raya Aceh Timur

Kategori:Berita