Sejarah Singkat
Sejarah Sungu Raja ( Sekarang Sungai Raya)
Kalau kita ingin meneliti sejarah siapa yang pertama yang menginjak kakinya diSungai Raya, mungkin sangat sulit untuk mendapatkan informasi tersebut. Namun penulis mencoba meneliti dari kepala pemerintahan atau jaman dulu disebut kerajaan.
Untuk itu penulis mengupulkan data-data, yaitu sumber dari media buku-buku sejarah islam, media internet, dan dari cerita-cerita Orang tua doelu. Walaupun mendapatkan kesulitan karena tidak ada tersedia nya buku-buku menceritakan tentang sejarah sungai raya. Namun penulis mencoba mengumpulkan data-data yang ada.
Kerajaan sungai raya adalah bagian dari kerajaan perlak. Bedasarkan sejarah masuk dan berkembangnya islam di Aceh, bahwa kerajaan islam pertama adalah PERLAK,Lamuri dan Pasai. Pada tahun 173 H. sebuah kapal layer telah berlabuh dibandar perlak, membawa angkatan dakwah di bawah pimpinan nahkoda Khalifah.

Angkatan dakwah yang dipimpin nahkoda Khalifah berjmlah 100 orang, yang terdiri dari orang arab orang Persia dan orang India. Mereka ini menyiarkan islam pada penduduk setempat dan keluarga istana. Salah seorang dari mereka adalah Sayid ALI dari suku Quresy yang yang kawin dengan seorang putri yaitu Makhdum Tansyuri. Salah seorang adik Maurah perlak yang bernama syahir Nuri. Dari perkawinan tersebut lahirlah Sayid Abdul Azis, putra campuran Arab-Perlak, yang kemudian setelah dewasa pada tahun 225 H abad ke-9. diantik menjadi Raja dari kerajaan Islam yang Pertama di Nusantara.
Sumber Drq. H. Muhammad Syamsu As.(Ulama Pembawa Islam di Indonesia hal 9)
Suatu ketika pihak Belanda bertindak mau menguasai jalur perdagangan dengan menutup perniagaan antar rakyat sekitar Sungai Brawan (Panai) dengan semenanjung Melayu ketika Said agil yang digelari Raja Laut, mengepalai Nahkoda Batu Bara melakukan serangan kepada pos Belanda dengan perahu-perahu Perang Panai. Said Agil Al Sahhaf ini tinggal di Deli saat itu, namun berasal dari Palembang. Menurut Orang inggris Bahwa Said Agil ini adalah saudara syaiFul Alam, syaiFul Alam ini adalah lawan Sultan Jauhar Alam dari Aceh
Menurut Congalton bahwa Said Agil ini Putera Said Husin yang pada tahun 1824 M menikah dengan putri Sultan Deli yaitu Raja Sitti Indra Deli. Perkawinan ini tidak bertahan lama dan terjadilah perceraian. Setelah perceraian ini said agil kawin pula dengan Teungku Budu, adik Raja Zainal Abidin, Raja Deli. Congalton sendiri telah bertemu dengan Said Agil.
Karena sesuatu jasanya kepada Sultan Aceh, kemudian Said Agil ini diangkat jadi HULUBALANG menjadi TEUKU SAID AGIL di daerah Sungai Raja atau sekarang Sungai Raya.
Sumber http://books.google.co.id/books?Ir=&= Congalton+aceh&btnG=Telusuri
Buku
Dari tulisan diatas jelas bahwa ada hubungan antara Sungai Raya dengan Perlak dan dengan Deli (sumatera Timur) yaitu dalam hubungan pemerintahan, Perkawinan, Budaya, dll.
Sebenarnya masih ada sejarah sungai raya yang belum terungkap sampai sekarang, antara lain:
- Bila Teuku Said Agil Al-Sahhaf adalah Raja kedua Sungai Raya (menerut orang tua dulu). Maka siapa Raja Pertama Sungai Raya?
- Kapan Sungai Raja menjadi Sungai Raya, apa alasan di ubah nama menjadi Sungai Raya




